23 May 2009 By: rHeeaz

Hidup Ini Hanya Milik Allah


Mengapa kita seringkali menangis ketika Allah mengambil sedikit kebahagiaan dari kehidupan kita. Sering kita merasa putus asa jika kehilangan orang-orang yang kita cintai. Bahkan tak sedikit yang berpikir bahwa Allah telah berlaku tidak adil dan tak lagi menyayangi kita (naudzubillah). Mungkin kita lupa betapa besar karunia Allah yang diberikan pada kita. Begitu indah kasih sayang Allah untuk kita hingga Dia harus mengambil sesuatu yang Dia tau bahwa itu tidaklah baik untuk kita. Begitu luas kenikmatan yang tercurah untuk kita. Lalu apakah kita pernah bersyukur atas semua itu?

Sering kita lalai dan merasa sombong atas semua kenikmatan yang Allah beri. Sering kita lupa bahwa apa yang ada pada kita saat ini adalah semata-mata karena kemurahanNya, bukan karena kehebatan kita. Kita lupa bahwa kebahagiaan yang kita rasakan adalah semata-mata amanah dariNya. Tak sedikit sebagian dari mereka yang merasa lebih atas sebagian yang lain. Lalu apa yang terjadi ketika kita merasakan sedikit kesedihan ? Seolah hati mem-protes apa yang Allah beri.

Apa yang tampak baik oleh kita belum tentu baik dimata Allah. Sesungguhnya Allah tak pernah menyiakan hambaNya. Bukankah jika Allah mengambil sesuatu dari kita itu semata-mata karena Dia Maha Tau itulah yang terbaik untuk kita, dan Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita, hanya saja manusia terlampau serakah dan terburu-buru, seringkali kita tak sabar dalam menjalani ketentuan Nya.

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. Al Anbiyaa’ 34~35

Hidup ini hanyalah milik Allah. Semua yang ada pada kita hanyalah titipan dariNya, dan pasti akan kembali pula padaNya. Tak satupun didunia ini yang abadi. Seperti kebahgiaan yang tak pernah kekal, kesedihan yang ada pun tak akan pernah abadi. Semuanya berputar mengelilingi kehidupan manusia. Lalu mengapa kita harus menjalaninya dengan berat hati, sementara dengan ikhlas akan menjadikan pahala dan kenikmatan yang berlipat.

Aku berkata pada diriku sendiri, seharusnya aku menyadari ini jauh sebelum jalanku tersesat. Mungkin tangis dan penyesalan tak kan pernah mengembalikan masa laluku, namun setidaknya membuat aku lebih bisa memahami bahwa hidupku ini hanya milik Allah. Dan semua yang terjadi adalah atas kehendak dan ketentuan dari-Nya. Ikhlas dan sabar, kesanalah aku ingin menuju. Semoga…amin.

6 cOmmeNts:

penny said...

makasih telah mengingatkan saya dg postingannya...
bener.. bhw semua yg ada di dunia ini adalah Milik Nya, status kita hanya pinjam pakai.
bila sesuatu yg punya mengambil apa yg telah dipinjamkan Nya pada kita, kita harus ikhlas. Krn semua itu bukan milik kita.

Newsoul said...

Tulisan yg bagus. Ya begitulah, sering kali kita terlena, menginginkan dunia menurut mau kita. Padahal, apa yg terbaik menurut kita, belum tentu itu terbaik menurut sang Khaliq. Begitu kan katanya.

kak_ega_punya cerita said...

menohok langsung ke hati ak... seringkali lebih banyak mengeluh dan menuntut.. hiks

buwel said...

makasih postingannya rhe, jadi inget nih..

SENDAL JEPIT said...

kali ini anne ga akan protes palagi sampe ngajakin orang se-erte buat demo, hidup ini emang punya Allah SWT, jadi yang berhak atas diri kita hanya Allah SWT

rHeeaz said...

iaaahhh....akupun masih sering mengeluh, semakin mempertegas ketidakberdayaanku dihadapanNya. hhhhh....

Post a Comment