Dear You,
You gimme all the pain, it’s fallin like the rain…
I will not stand in your way, for more…
I will not beg you to stay, no more…
Lagu cinta telah kita dendangkan, sajak rindu telah kita uraikan, namun tak cukup membuat kita bertahan. Telah menjadi pilihanmu, pergi menjauh. Kebersamaan kita belum cukup membuatmu mengerti, atau memang kau tak akan pernah mengerti. Mata ini pernah selalu basah karenamu, namun tak juga membuatmu menyadari. Lelah hati berharap, tak ingin lagi ku meminta, tak hendak lagi ku memohon. Biarlah mungkin hanya waktu yang akan menuntumu hingga kau bisa melihat dan menyadari, walau mungkin terlambat dan menyisakan penyesalan.
Sumpah serapah, caci maki, hinaan, telah kututurkan, bukan tanpa maksud. Maafkan aku, hanya itu yang bisa kulakukan. Aku yakin kelak kau akan mengerti kenapa. Saat ini, akupun telah yakin bahwa kebencian yang kutanam telah mengakar dihatimu. Maka pergilah!!! Tak kan lagi kujatuhkan air mata untukmu, cukup sudah!!! Aku hanya ingin menikmati hidupku, tanpa ada kamu, tanpa ada mereka yang mengganggu.
Kubiarkan diriku berjalan sendiri, mengenang hari di masa lalu, semoga untuk yang terakhir kali. Aku pernah melewatinya bersamamu. Dan kini aku hanya bisa tengadah menatap langit, supaya air mata ini tak lagi jatuh. Teringat cerita tentang pohon, daun dan angin. Aku tak mau lagi menjadi daun, kini aku adalah angin yang akan menerbangkanmu jauh. Semoga inilah jalan terbaik untuk kita. Maafkan aku…
p.s. not to be commented ;)
You gimme all the pain, it’s fallin like the rain…
I will not stand in your way, for more…
I will not beg you to stay, no more…
Lagu cinta telah kita dendangkan, sajak rindu telah kita uraikan, namun tak cukup membuat kita bertahan. Telah menjadi pilihanmu, pergi menjauh. Kebersamaan kita belum cukup membuatmu mengerti, atau memang kau tak akan pernah mengerti. Mata ini pernah selalu basah karenamu, namun tak juga membuatmu menyadari. Lelah hati berharap, tak ingin lagi ku meminta, tak hendak lagi ku memohon. Biarlah mungkin hanya waktu yang akan menuntumu hingga kau bisa melihat dan menyadari, walau mungkin terlambat dan menyisakan penyesalan.
Sumpah serapah, caci maki, hinaan, telah kututurkan, bukan tanpa maksud. Maafkan aku, hanya itu yang bisa kulakukan. Aku yakin kelak kau akan mengerti kenapa. Saat ini, akupun telah yakin bahwa kebencian yang kutanam telah mengakar dihatimu. Maka pergilah!!! Tak kan lagi kujatuhkan air mata untukmu, cukup sudah!!! Aku hanya ingin menikmati hidupku, tanpa ada kamu, tanpa ada mereka yang mengganggu.
Kubiarkan diriku berjalan sendiri, mengenang hari di masa lalu, semoga untuk yang terakhir kali. Aku pernah melewatinya bersamamu. Dan kini aku hanya bisa tengadah menatap langit, supaya air mata ini tak lagi jatuh. Teringat cerita tentang pohon, daun dan angin. Aku tak mau lagi menjadi daun, kini aku adalah angin yang akan menerbangkanmu jauh. Semoga inilah jalan terbaik untuk kita. Maafkan aku…
p.s. not to be commented ;)
3 cOmmeNts:
mau comment tapi ngga boleh comment ya.. sudahlah.. ngga comment aja klo gitu....
upss.. lha ini bukan comment kan?
apakabar nih, lama ngga nongol??
waduh, nyapa met malam ajah nggak papa ya....
met malam rhe...
waduh mbak gaswat niy gak boleh koment.... yaudah aq cuman bilang ajah ternyata blognya udah apdet tp aq nggak tau... mangap.... eh maap.
Post a Comment